Minggu, 09 Januari 2011

Kontrasepsi Alamiah Metode Suhu Basal Tubuh

Cara Kerja
Hormon progresteron yang disekresi korpus luteum setelah ovulasi bersifat termogenik atau memproduksi panas, Ia dapat menaikan suhu tubuh 0,05 derajat celcius s/d 0,2 derajat celcius dan mempertahankannya pada tingkat ini sampai saat haid berikutnya. Peningkatan suhu tubuh ini disebut sebagai peningkatan termal, dan ini merupakan dasar dari metode Suhu Tubuh Basal (STB). Siklus ovulasi dapat dikenali dari catatan suhu tubuh

Catatan:
STB diukur dan dicatat setiap pagi selama terdapat lendir serviks pada saat yang sesuai sepanjang hari dan dicatat setiap malam.

Instruksi Khusus
Klien harus melakukan pengukuran yang akurat dengan termometer khusus agar dapat mendeteksi peningktan suhu yang kecil sekalipun. karena suhu tubuh bereaksi terhadap banyak rangsangan, termasuk penyakit, stres, dan gangguan tidur, interpretasi pola suhu tubuh memerlukan penilaian khusus. Klien harus menandai pada catatannya saat merasa tidak enak badan, dalam kondisi yang tidak seperti biasanya, atau stres


Petunjuk Penggunaan
  • Pantang dimulai pada hari pertama haid dan diakhiri saat diterapkan aturan peningkatan termal. Untuk menerapkan aturan peningkatan termal, harus diambil langkah-langkah sebagai berikut:
  • Selama siklus haid, klien mengukur suhu tubuhnya setiap pagi sebelum bangun dari tempat tidur(kira-kira pada waktu yang sama) dan mencatat suhu tubuhnya pada lembar catatan yang disediakan.
  • Dengan menggunakan pencatatan suhu tubuh pada lembar tersebut, ia mengidentifikasi suhu tertinggi dari suhu normal, rendah (suhu tubuh harian yang dicatat dengan pola khusus tanpa adanya kondisi yang luar biasa) selama 10 hari pertama dari siklus haid, dengan mengesampingkan suhu tubuh tinggi yang abnormal akibat demam atau gangguan lainnya
  • Tariklah sebuah garis 0,05 derajat celcius diatas suhu tertinggi dari 10 suhu tersebut diatas. Garis ini disebut sebagai garis penutup atau atau garis suhu .
  • Tunggu 3 hari dari suhu yang lebih tinggi untuk memulai senggama. Fase tidak subur dimulai pada malam ke 3 hari berturut-turut dengan suhu diatas garis suhu.
  • Bila salah satu dari ketiga suhu tubuh tersebut turun atau dibawah garis suhu selama 3 hari perhitungan. ini mungkin tanda ovulasi belum terjadi. Jadi klien harus menunggu selama 3 hari penghitungan. ini mungkin tanda ovulasi belum terjadi. jadi klien harus menunggu sampai didapat 3 hari berturut-turut dengan suhu tubuh diatas garis suhu sebelum memulai senggama.
  • Setelah fase tidak subur dimulai, klien tidak perlu lagi mencatat suhu tubuh. Ia dapat berhenti mencatat sampai siklus haid berikutnya
Bila pasngan tidak menghendaki anak, mereka harus pantang melakukan senggama mulai awal siklus haid sampai hari ketiga dan 3 hari berturut-turut dengan suhu diatas garis suhu


Sumber : Kapita Selekta Kedokteran FK UI
Selengkapnya...

Jumat, 07 Januari 2011

Kanker Serviks (Leher Rahim)

Fakta Kanker Serviks

  • Kanker serviks adalah tumbuhnya sel-sel tidak normal pada serviks (Leher rahim)
  • Kanker serviks merupakan kanker yang peling sering dijumpai pada perempuan Indonesia. Setiap hari, diperkirakan 20 orang perempuan di Indonesia meninggal dunia karena kanker serviks
  • Setiap perempuan beresiko terkena kanker serviks
Penyebab Kanker Serviks
  • Kanker serviks disebabkan oleh Virus Human papilloma (HPV)
  • Di Dunia diketahui HPV tipe 16 dan 18 bersama-sama menyebabkan 71% kasus kanker serviks
Cara Penularan

Setiap Perempuan beresiko terkena kanker serviks. Diperkirakan 80% perempuan akan terinfeksi HPV semasa hidupnya dan 50% diantaranya akan terinfeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks.
HPV dapat ditularkan melalui hubungan suksual, namun penularan juga dapat terjadi meski tidak melalui hubungan seksual

Mengapa Setiap Perempuan Berisiko terkena Kanker Serviks?
  • Biasanya sebagian besar infeksi akan sembuh dengan sendirinya. Perempuan yang mengalami infeksi presisten (menetap) jarang menunjukan gejala pada stadium awal, dan biasanya berkembang menjadi kanker serviks beberapa tahun kemudian
  • Setelah infeksi HPV, tubuh kita tidak selalu dapat membentuk kekebalan, maka kita tidak terlindungi dari infeksi berikutnya
Gejala Dan Perjalanan kanker Serviks

Kebanyakan infeksi awal HPV dan kanker serviks stadium dini berlangsung tanpa menimbulkan gejala sedikitpun, sehingga penderita masih dapat menjalani kegiatan sehari-hari.

Apabila Kanker serviks sudah mengalami progresivitas atau stadium lanjut maka gejala-gejala yang timbul antara lain
  • Pendarahan setelah senggama
  • Pendarahan spontan yang terjadi diantara periode menstruasi rutin
  • Timbulnya keputihan yang bercampur darah dan berbau
  • Nyeri panggul dan gangguan atau bahkan tidak bisa buang air kecil
  • Nyeri ketika berhubungan seksual
Vaksinasi

Vksinasi merupakan pencegahan primer untuk mencegah terjadinya infeksi HPV 16 dan 18 yang menyebabkan 71% kanker serviks.

Deteksi Dini
  • Dapat mendeteksi sel abnormal, lesi pra-kanker dan kanker serviks namun tidak dapat mencegah infeksi HPV
  • Kanker serviks yang ditemukan pada stadium dini dan diobati dengan cepat dan tetap dapat disembuhkan, oleh sebab itu lakukan deteksi dini secara berkala.
  • Vaksinasi dan deteksi dini bersama-sama dapat mengurangi kejadian kenker serviks secara evektif
Yang Perlu Perempuan Ketahui Mengenai Vaksinasi
  • Melalui vaksinasi, diharapkan dapat memberikan perlindungan terhadap infeksi HPV tipe 16 dan 18 yang menjadi penyebab utama kanker serviks
  • Selain itu. Vaksinasi juga dapat memberikan perlindungan silang terhadap infeksi HPV lainnya penyebab kanker seperti tipe 45, 31 dan 52.
Apa Dampaknya Jika Menunda Vaksinasi?
  • Setiap perempuan beresiko terkena infeksi HPV penyebab kanker serviks dalam masa hidupnya, tanpa memandang usia dan bagaimana gaya hidupnya.
  • Menunda vaksinasi mungkin dapat menunda kesempatan perlindungan jangka panjang yang dapat diberikan oleh vaksin HPV 16 dan 18
Kapan Vaksinasi Sebaiknya Diberikan?

Vaksinasi sebaiknya diberikan sedini mungkin. Rekomendasi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dan HOGI (Himpunan Onkologi_Ginekologi Indonesia) vaksinasi dapat diberikan pada remaja putri usia 10 tahun.

Apakah Vaksinasi Ada Efek Samping?

Sejauh ini, hampir semua efek samping yang ditimbulkan lebih bersifat lokal, yakni nyeri di daerah sekitar tempat penyuntikan (injeksi).
Vaksin dilakukan dalam 3 yahap pemberian, yaiutu bulan ke 0, 1 atau 2 dan 6




Refensi:
1. cervical cancer www.cdc.gov/cancer/cervical 2. Tjindarbumi et al.Jpn J Clin Oncol 2002; 32(supl I)S 17-21 3. Globocan 2002. IARC 2004. http://www.dep-iarc.fr 4.Wallboomers JH et al. J Pathol 1999; 189:12-9 5.

Selengkapnya...

Senin, 27 Desember 2010

Mola Hidatidosa

Mola hidatidosa adalah kehamilan abnormal dimana hampir seluruh vilikorialisnya mengalami perubahan hidrofix


Etilogi
Belum diketahui pasti. Ada yang menyatakan akibat infeksi, defisiensi makanan, dan genetik. Yang paling cocok ialah teori Acosta Sison, yaitu definisi protein. Faktor resiko terdapat pada golongan sosioekonomi rendah, usia dibawah 20 tahun, dan paritas tinggi.

Patogenesis

  • Mola hidatidosa berkembang dari trofoblas ekstraembrionik.
  • Mola Hidatidosa terbagi menjadi:
  • Mola hidatidosa komplet(klasik), jika tidak ditemukan janin.
  • Mola Hidatidosa inkomplet(parsial), jika disertai janin atau bagian janin
Manifestasi klinis
  • Amenore dan tanda-tanda kehamilan.
  • Perdarahan pervaginam berulang. Darah cenderung berwarna cokelat. Pada keadaan lanjut kadang keluar gelembung mola
  • Pembesaran uterus lebih besar dari usia kehamilan
  • Tidak terabanya bagian janin pada palpasi dan tidak terdengarnya BJJ sekalipun uterus sudah membesar setinggi pusar atau lebih
  • Preeklampsia atau eklampsia yang terjadi sebelum kehamilan 24 minggu

Pemeriksaan penunjang
  • Pemeriksaan sonde uterus (Hanifa)
  • Tes acesta sison. Dengan tang abortus, gelembung mota dapat dikeluarkan.
  • Peningkatan kadar beta hCG darah atau urin.
  • Ultrasonografi menunjukkan gambaran badai salju (snow flake pattern).
  • Foto toraks ada gambaran emboli udara
  • Pemeriksaan T dan T bila ada gejala tirotoksikosis
Komplikasi
Anemia, syok, infeksi, eklampsia, dan tirotoksikosis.

Diagnosis
  • Anamnesis: perdarahan pervaginam/gambaran mola, gejala toksemia pada trimester I-II. hiperemesis gravidarium, gejala tiroksikosis, dan gejala emboli paru.
  • Pemeriksaan fisik: uterus lebih besar dari usia kehamilan, kista lutein, balotemen negatif, denyut jantung janin negatif
  • Pemeriksaan penunjang: pada tes Acosta Sison dapat dikeluarkan jaringan mola, pada ted Hanifa sonde dapat masuk tanpa tahanan dan diputar 360 derajat dengan deviasi sonde kurang dari 10 derajat.
Diagnosis Banding
Kehamilan dengan mioma, abortus, hdramnion, dan gemeli.

Penatalaksanaan
  • Perbaiki keadaan Umum
  • Keluarkan jaringan mola dengan vakum kuretase dilanjutkan dengan kuret tajam. Lakukan kuretase kedua bila tinggi fundus uteruslebih dari 20 minggu sesudah hari ketujuh.
  • Untuk memperbaiki kontraksi, sebelumnya berikan uterotonik (20-40 unit oksitosin dalam 250 cc darah atau 50 unit oksitosin dalam 500 ml NaCl 0,9%). Bila tidak dapat dilakukan vakum kuretase, dapat diambil tindakan histerotomi
  • Hesteroktomi perlu dipertimbangkan pada wanita yang telah cukup umur dan cukup anak. Batasan yang dipakai ialah umur 35 tahun dengan anak hidup tiga.
  • Terapi profilaksis dengan sitostatik metroteksat atau aktinomisin D pada kasus dengan risiko keganasan tinggi seperti umur tua dan paritas tinggi
  • Pemeriksaan ginekologi, radiologi, dan kadar beta hCG lanjutan untuk deteksi dini keganasan. Terjadinya proses keganasan bisa berlangsung antara 7 hari sampai 3 tahun pasca mola, yang paling banyak dalam 6 bulan pertama. Pemeriksaan kadar beta hCG tiap minggu sampai kadar menjadi negatif selama tiga minggu, lalu tiap bulan selama 6 bulan. Pemeriksaan foto toraks tiap bulan sampai kadar beta hCG negatif.
  • Kontrasepsi sebaiknya diberikan preparat progresteron selam 2 tahun.
Prognosis
Hampir 20% mola hidatidosa komplet berlanjut menjadi keganasan, sedangkan mola hidatidosa parsial jarang. Mola yang terjadi berulang disertai tirotoksikosis atau kista lutein memiliki kemungkinan menjadi ganas lebih tinggi.



Sumber:
Selengkapnya...

Sabtu, 18 Desember 2010

Akibat KekuranganAA dan DHA

Kekurangan DHA dan AA berkaitan dengan terhambatnya pertumbuhan serabut saraf otak, gangguan pada perilaku dan sikap anak, serta kurang optimalnya perkambangan mata. Penyakit-penyakit yang berkaitan dengan defisiensi DHA dan AA antara lain

1. Attention Deficit Hyperactive Disorder (ADHD)
Anak yang hiperaktif, sulit untuk berkonsentrasi, dan senantiasa bergerak.Diantaranya disebabkan oleh ketidakmampuan anak untuk menghasilkan DHA dan AA dalam jumlah yang cukupSuplementasi DHA dan AA terbukti dapat membantu meningkatkan konsentrasi pada anak-anak penderita ADHD

2. Autis
Adalah penyakit yang terjadi karena gangguan pada perkembangan saraf otak ditandai dengan kesulitan untuk berinteraksi dengan lingkungan disekitarnya, serta cenderung mengulang-ulang suatu tindakan

3. Disleksia
Gangguan pada otak yang menyebabkan anak sulit belajar, menulis, dan berbicara

4. Down Syndrome
Kelainan genetik yang mengakibatkan gangguan pada perkembangan fisik secara umum, termasuk otak.


Selain itu, penelitian pada tikus menunjukan kekurangan asupan AA dan DHA akan menyebabkan pengerutan massa otak dan mengalami gangguan dalam beraktivitas. hal ini tentunya mengindikasikan pentingnya DHa dan AA agar perkembangan otak bayi menjadi optimal.

Cara Untuk mencegah kekurangan DHA dan AA

1. Meningkatkan pemberian ASI ekslusif
2. Menunda pemakaian susu formula sampai berumur 2 tahun
3. Memberikan makanan bayi yang kaya akan DHA dan AA seperti ikan laut, hati, otak
4. Memberikan suplementasi DHA dan AA sedini mungkin



Referensi:

1. Drover J.R, et al, Three randomized controlled trials of early long chain Polynusaturated fatty acid suplemmentation on means-end problem solving 9-months old. Child Development 2009;80(5):137-84
2. Stevens L, et al EFA Supplementation in Children with ADHD. Lipids 2003;38:1007-21
3. Tassoni D, et al The role of eicosanoids in the brain Asia Pac J Clin Nutr 2008;17(SI):220-28
4. Kid P.M, Altern Med Rev 2007;12(3);217-18
5. Ahmad A, et al. Elsevier 2002;26(3);217-18
6. Bashi N.A, Sinclair A. DHA and Brain, Melbourn 2004; 1-32.
Selengkapnya...

Sabtu, 27 November 2010

Sumber DHA dan AA untuk bayi

Sumber utama DHAdan AA yang terbaik untuk bayi adalah ASI. Selain mengandung DHA dan AA,
ASI juga mengandung berbagai nutrisi lain untuk membantu bayi tumbuh dengan optimal. Akan tetapi, saat ini banyak ibu yang berprofesi sebagai pekerja, menyebabkan hambatan dalam pemberian ASI ekslusif yang cukup dan bergizi di masa emas pertumbuhan otak bayi.

Karena itulah, baik ibu dan bayi sama-sama memerlukan asupan DHA tambahan dari makanan seperti susu, minyak ikan laut dingin(sardin, haring, makarel, salmon); daging (otak, hati); dan minyak nabati.

Perlu diketahui DHA dan AA merupakan asam lemak tak jenuh yang sangat rentan terhadap oksidasi oleh panas, cahaya, dan mineral logam. ASI merupakan sumber utama DHA & AA yang terbaik karena bayi meminum ASI tanpa harus melalui proses pemanasan serta paparan cahaya dan udara seperti pada susu formula komersial dengan DHA dan AA

referensi:

  1. Bashi N.A, Sinclair A. DHA and Barin, Melburne 2004; 1-32.
  2. Choi Su Pak. 2005 Stabillity and Quality of fish oil during typical domestic application. Wonsan University of Fisheries, Kangwon Province, D.P.R. Kore:4-12.
Artikel terkait
Apa itu DHA dan AA

Selengkapnya...

Apa itu DHA, EPA, dan AA?

DHA (Asam Dokosaheksaenoat) dan EPA (Asam Eikosapentaenoat) lebih kita kenal dengan Omega 3. Sedangkan AA (Asam Arakhidonat) dikenal juga dengan Omega 6. Baik DHA, EPA dan AA adalah suatu golongan asam lemak esensial tek jenuh yang sangat diperlukan oleh bayi dalam perkembangan otak dan masa emas pertumbuhannya.

Pada saat beru lahir, massa otak bayi hanya 25% dari otak orang dewasa sedangkan pada saat berumur 2 tahun massa otaknya mencapai 75% dari otak orang dewasa. periode 0-2 tahun ini kita kenal dengan "golden period", yaiutu masa emas pertumbuhan otak anak.

Mengapa DHA, EPA, dan AA sangat penting bagi bayi

DHA, EPA, dan AA merupakan bahan utama dalam pembentukan serabut saraf dan prostaglandin yang diperlukan untuk kekebalan tubuh dan pembekuan darah. Beberapa penelitian ilniah menunjukan kombinasi DHA, EPA, dan AA dapat meninkatkan fungsi kognitif dan kemampuan visual pada bayi

penelitian tersebut menyebutkan adanya hubungan antara IQ anak pada saat umurnya mencapai 3 tahun dengan skor "probem solving".
Dengan kata lain, berdasarkan penelitian dia atas, bayi yang menerima suplemen DHA dan AA sedini mungkin cenderung memiliki IQ yang lebih tinggi dari pada bayi yang tidak menerima suplemen DHA dan AA.



referensi:

  1. Birch E.E, et al Dev Med Child Neurol 2000; 42: 174-81.
  2. Drover J.R, et al, Three randomized controlled trials of early long chain polyunsaturated fatty acid supplementation on means-end problem solving in 9-monts old. Child development 2009;80(5):1376-84
  3. Kid P.M. Altern Med Rev 2007; 12(3):2007-27
Artikel terkait
Sumber DHA dan AA
Selengkapnya...

Kamis, 18 November 2010

Abortus (Keguguran)

Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi pada kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram

Penyebab

  1. kelainan pertumbuhan hasil konsepsi, bisa menyebabkan abortus pada kehamilan sebelum usia 8 minggu. Faktor yang menyebabkan kelainan ini adalah:
    • Kelainan kromosom, terutama trisomi autosom dan monosomi X
    • Lingkungan sekitar tempat implantasi kurang sempurna
    • Pengaruh teratogen akibat radiasi, virus, obat-obatan, tembakau dan alkohol.
  2. Kelainan pada plasenta, misalnya endarteritis vili korialis karena hipertensi menahun
  3. Faktor maternal, seperti pneumonia, tifus, animea berat, keracunan, dan toksoplasmosis
  4. Kelainan traktus genitalia, seperti inkopetensi serviks (untuk abortus pada trimester kedua), retroversi uteri, mioma uteri, dan kelainan bawaan uterus.

Selengkapnya...

Kamis, 04 November 2010

Yang Dilakukan Ibu Hamil untuk Mengatasi Lelah

Cepat lelah menjadi salah satu perubahan yang normal dialami ibu hamil (bumil). Apalagi pada bumil yang tetap beraktivitas rutin di kantor. Bumil yang bekerja perlu lebih sadar diri dengan pekerjaan dan kondisi kehamilannya. Menyempatkan beristirahat di sela waktu kerja menjadi salah satu caranya. Kenali cara lainnya untuk mengatasi lelah selama kehamilan.

Asup makanan kaya zat besi dan protein

Kelelahan merupakan salah satu pertanda gejala kekurangan zat besi. Pola makan yang tepat bisa mengatasi masalah ini. Pilih asupan makanan seperti daging merah, unggas,seafood, sayuran hijau seperti bayam, sereal gandum, pasta, buncis, kacang polong, dan kacang-kacangan.

Istirahat sebentar tapi sering
Meninggalkan meja kerja dan berjalan di sekitar area kantor beberapa menit saja bisa menyegarkan tubuh. Jika kantor memiliki fasilitas ruang istirahat, sempatkan waktu merebahkan badan dengan cahaya redup, mata tertutup, dan posisi kaki menggantung. Lakukan aktivitas ini dengan frekuensi sering namun durasi singkat. Cara ini bisa membantu bumil mengembalikan stamina selama bekerja.

Kurangi aktivitas di akhir pekan
Manfaatkan waktu libur atau akhir pekan untuk beristirahat di rumah. Buatlah skala prioritas dari daftar kegiatan Anda pada akhir pekan. Kurangi sejumlah aktivitas yang sifatnya tak terlalu mendesak. Untuk penggemar berbelanja, mulailah mengumpulkan informasi belanja online. Anda bisa menghemat tenaga dengan mencari berbagai kebutuhan dari rumah. Lakukan pekerjaan rumah yang sifatnya ringan agar kondisi fisik tetap terjaga. Sebaiknya gunakan jasa kebersihan untuk mengurus rumah yang sifatnya pekerjaan berat, seperti membersihkan taman.

Olahraga ringan yang aman
Rutinitas berolahraga tetap perlu dijalankan bumil. Aktivitas fisik dibutuhkan bumil untuk meningkatkan energi. Apalagi untuk bumil yang duduk sepanjang hari di kantor. Lakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki sepulang kantor. Ikuti juga kelas senam hamil atau olahraga yang aman untuk bumil. Namun pastikan kondisi kesehatan Anda memungkinkan untuk melakukan kegiatan olahraga ini. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter mengenai olahraga apa yang tepat sesuai kondisi kehamilan.

Tidur lebih awal dan posisi nyaman

Tidur lebih cepat setiap malam, dengan durasi 7-9 jam. Tidur dengan posisi miring ke kiri disarankan untuk meningkatkan aliran darah ke janin dan mencegah pembengkakan. Ambil posisi senyaman mungkin saat tidur. Misalnya, meletakkan bantal di antara kedua kaki dan di bawah perut.



Sumber: Mayo Clinic Selengkapnya...

Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis gravidium adalah mualdan muntah berlebihan sehingga pekerjaan sehari-hari terganggu dan keadaan umum menjadi buruk. Mual dan muntah merupakan gangguan yang paling sering dijumpai pada kehamilan trimester pertama, kurang lebih pada 6 minggu setelah haid terakhir selama 10 minggu sekitar 60-80% primigravida dan 40-60% nuktigravida mengalami mual dan muntah, namun gejala ini menjadi lebih berat hanya pada 1 dari 1000 kehamilan

Etilogi
Belum diketahui pasti, namun beberapa faktor mempunya pengaruh, antara lain:

  • Faktor predisposisi, yaitu primigravida, mola hidatidosa, dan kehamilan ganda
  • faktor organik, yaitu alergi, masuknya vilikhorialis dalam sirkulasi, perubahan metabolik akibat hamil, dan resistensi ibu yang menurun.
  • Faktor psikologi
Patofisiologi
Perasaan mual akibat kadar estrogen meningkat. Mual dan muntah terus-menerus dapat menyebabkan dehidrasi, hiponatremia, hipokloremia, penurunan klorida urin, selanjutnya terjadi hemokonsentrasi yang mengurangi perfusi darah ke jaringan dan menyebabkan tertimbunnya zat toksik. Pemakaian cadangan karbohidrat dan lemakmenyebabkan oksidasi lemak tidak sempurna hingga terjadi ketosis. Hipokalemia akibat muntah dan ekskresi yang berlebihan selanjutnya menambah frekuensi muntah dan merusak hepar. Selaput lendir esofagus dan lambung dapat robek (sindrom Mallory-Weiss) sehingga terjadi perdarahan gastrointestinal

Manifestasi Klinis
Menurut berat ringannya gejala, hiperemesis gravidarum dibagi dalam 3 tingkat, Yaitu:
  • Tingkat I. Muntah terus menerus yang mempengaruhi keadaan umum, menimbulkan rasa lemah., nafsu makan tak ada, berat badan turun, dan nyeri epigastrium. frekuensi nadi pasien sekitar 100 kali permenit, tekanan darah sistolik turun, turgor kulit berkurang, lidah kering dan mata cekung
  • Tingkat II. Pasien tampak lemah dan apatis, lidah kotor, nadi kecil dan cepat, suhu kadang naik, dan mata sedikit ikterik. berat badan pasien turun, timbul hipotensi, hemokonsentrasi, oligouria, konstipasi, dan napas berbau aseton.
  • Tingkat III. kesadaran pasien menurun dari somnolen sampai koma, muntah berhenti, nadi kecil dan cepat, suhu meningkat, dantekanan darah makin turun.
Pemeriksaan Penunjang
Elektrolit darah dan urinalis.

Komplikasi
Ensefalopati Wernicke dengan gejala nistagmus, diplopia dan perubahan mental, serta payah hati dengan gejala timbulnya ikterus.

Diagnosis
>Dari anamnesis didapatkan amenore, tanda kehamilanmuda, dan muntah terus- menerus pada pemeriksaan fisik didapatkankeadaan pasien lemah, apatis sampai kom, nadi meningkat sampai 100 kali permenit. suhu meningkat, tekanan darah turun, atau ada tanda dehidrasi lain. Pada pemeriksaan elektrolit darah ditemukan kadar natrium dan klorida turun. Pada pemeriksaan urine kadar klorida turun dan dapat ditemukan keton.

Diagnosis Banding
Muntah karena gastritis. ulkus peptikum, hepatitis, kolesistisis, pieloneferitis. dll

Pencegahan
Prinsip pencegahan adalah mengibati emesis agar tak terjadi hiperemesis
  • Penerangan bahwa kehamilan dan persalinan merupakan proses fisiologis
  • makan sedikit-sedikit, tetapi sering.
  • Berikan makanan selingan seperti biskuit, roti kering dengan teh hangat saat bangun pagi dan sebelum tidur
  • Hindari makanan berminyak dan berbau
  • makanan sebaiknya dalam keadaan panas atau sangat dingin
  • Defekasi teratur
Penata laksanaan
Bila pencegahan tidak berhasil, maka diperlukan pengobatan, yaitu:
  • Penderita diisolasi dalam kamr yang tenang dan cerah dengan pertukaran udara yang baik. kalori diberikansecara parenteral dengan glukosa 5% dalam cairan fisiologis sebanayk 2-3 liter sehari
  • Diuresis selalu dikontrol untuk menjaga keseimbangan cairan.
  • Bila selama 24 jam penderita tidak muntah dan keadaan umum bertambah bai, coba berikan minuman dan makanan yang sedikit demi sdikit ditambah.
  • Sedatif yang diberikan adalah feno barbital.
  • Dianjurkan pemberian vitamin B1 dan B6 tambahan.
  • Pada keadaan lebih berat berikan anti emetik seperti metoklopramid, disiklomin hidroklorida, atau kloropromazin.
  • Berikan terapi psikologis untuk meyakinkan pasien penyakitnya bisa disembuhkan serta menghilangkan rasa takut hamil dan konflik yang melatar belakangi hiperemesis.
Bila pengobatan tidak berhasil, bahkan gejala makin berat hingga timbul ikretus, delirium koma, takikardi, anuria, dan perdarahan retina, pertimbangkan abortus terapeutik.

Prognosis
Dengan penanganan yang baik, prognosis sangant memuaskan. Namun, pada tingkat yang berat dapat menyebabkan kematian ibu dan janin.


Sumber: Kapita Slekta Kedokteran FK UI
Selengkapnya...

Senin, 01 November 2010

Tanda Pasti Kehamilan

  1. Pada palpasi dirasakan bagian janin dan balotemen serta gerak janin.
  2. Pada auskultasi terdengar bunyi jantung janin(BJJ). dengan stetoskopLaennec, BJJ baru terdengar pada kehamilan18-20 minggu. Dengan alat Doppler BJJ terdengar pada kehamilan 12 minggu.
  3. Dengan Ultra Sonografi (USG) atau scanning dapat dilihat gambaran janin
  4. Pada pemeriksaan sinar X tampak kerangka janin. Tidak dilakukan lagi sekarang, karena dampak radiasi terhadap janin
Sumber: Kapita Selekta FK UI
Selengkapnya...